Jumat, 05 Desember 2014

Saya

ada hal yang sudah mulai berubah...
sedikit demi sedikit, menuju sesuatu yang lebih baik..
melalui waktu yang berjalan dia mulai menyadari dan memulai pendewasaan diri..
mencoba memperbaiki. mencoba mengevaluasi.

ada hal yang tidak berubah..
hal yang terus mengendap ditubuhnya.

rasanya seperti suatu benda yang dilem.
menempel erat, se-erat lem paling erat di dunia.


atau mungkin seperti rusa yang terkena jebakan pemburu.
 tidak bisa bebas..
tidak bisa keluar..
 sepertinya percuma baginya untuk melepaskan diri
walau sebesar apapun usahanya.
sekarang dia menunggu waktu.

begitu juga dengan saya.
saya terbatas.
saya bisa berubah. tapi saya juga tidak berubah.
kukira kalian mengerti maksudku, bukan?

Rabu, 19 November 2014

Rindu Bercengkerama

Malam ini, air itu jatuh kembali.. dengan volume dan kecepatan yang lebih besar dari kemarin.
bunyi yang dihasilkan pun lebih dari biasanya, mungkin mereka kesakitan malam ini, dibiarkan jatuh dengan keras, seakan dicampakkan dari atas sana.

Aku diam di dalam, bersembunyi, tidak datang menyambut mereka.
Rasa enggan untuk melihat mereka turun tiba-tiba menyeruak. sejujurnya ini karena segerombolan petir yang ikut-ikutan datang mengawal kedatangan mereka. padahal aku memendam rindu yang sungguh pada mereka.

Dibalik pintu yang tertutup ini aku diam.
Eh, tidak! sebenarnya otakku terus bekerja. memikirkan hal yang selalu terfikirkan. mungkin semua tidak tau.. Bahkan kalianpun kawan, yang kutunggu sejak september....  pasti tidak mengetahui.

Itu semua karena kalian terlalu lama datang, sehingga aku semakin biasa menyimpan semuanya sendiri.
 


Mmmm... baik, aku beri kesempatan.. apakah kalian mau mendengar isi fikiranku sekarang?
Kalau begitu, datanglah kalian besok lagi. jangan cepat-cepat dan terburu-buru, biar aku bisa melepas rindu bersama kalian dengan waktu yang lebih. kalian bersabarlah untuk mendengar ceritaku, teman..

Tapi berjanjilah, kau mau menyemangatiku untuk hal yang satu ini.
Sekali lagi aku minta, jangan datang terburu-buru, aku tidak tega melihat kalian kesakitan karena turun dengan bergerombol seperti tadi... Oh ya! satu lagi, besok jangan ajak petir ya.. Kali ini saja, tolong jangan! bahkan bila petir memaksa, ku mohon jangan.

Aku mau menghabiskan waktu dengan kalian.
Aku rindu aku yang menghabiskan waktuku bersama kalian setelah menunggu kalian tiba di bulan-bulan berakhiran -BER.

Aku rindu waktu kita.


Untuk hujan tercinta,
Salam rinduku.

Selasa, 18 Maret 2014

Baik adalah keharusan

Seseorang yang berbuat hal baik. hidupnya akan baik.
Sebuah kata yang simple, yang sangat aku suka.. yang ku dapat dari dosen sekaligus pewawancara ketika aku tes masuk sekolah tinggi ini.


Simple. bahkan sangat simple...
Ketika kamu berbuat hal yang baik, tidak menyimpang, atau setidaknya perilakumu baik. Orang-orang akan senantiasa disekitarmu bahkan mungkin menyukaimu. karena hal yang kau buat berdasarkan maksud yang baik. dari ketulusan.

Bandingkan bila kamu berbuat jahat atau  ketika kamu berbuat sesuatu dengan maksud yang kurang baik saja atau perilakumu dari kepura-puraan...
Orang-orang sekitarmu akan lelah. lelah dengan semua hal yang kau lakukan karena tujuanmu yang bukan maksud tulus.

Dan nanti ketika kalian butuh bantuan, tentu saja bila kita berperilaku baiklah yang akan mendapat respect bahkan bantuan dari oranglain. bukan sebaliknya yang melakukan itu dengan maksud, dengan tidak tulus..

Jadi apa untungnya berprinsip hati yang tidak baik?semua itu semata-mata untuk tujuan memberi kesenangan yang sementara, tidak mau berhabagi kebahagiaan dengan orang lain, takut rugi, atau hal lain yang ada di otak cerdik mereka mungkin..

Tidak ada ruginya berbuat baik. sungguh tidak!!
jangan takut ketika kita melakukan hal yang benar, kita akan kehilangan atau kekurangan. justru kita akan .bertambah. hati kita akan terasa sejuk, bibir kita akan terus melengkung ke atas ketika perilaku kitabenar

Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika kita berbuat baik,
Karena hal yang baik adalah awal dari kebahagiaan. Percayalah ketika kau berbuat baik, malaikat akan selalu bersamamu, tidak akan membiarkanmu sedih, tidak akan membuatmu menderita.

Percayalah kesuksesan itu ketika kau melakukan hal yang baik.
Percayalah, kau harus berbuat baik!!


Minggu, 12 Januari 2014

Sang Perempuan



suatu hari terkisahkan ada seorang perempuan SMA, 16 tahun. yang setahun terakhir selalu tertawa, selalu bahagia, selalu semangat ketika berangkat ke sekolahnya. selalu punya alasan untuk bertemu temannya tiap-tiap hari karena ternyata sudah 1 tahun mereka sekelas  sehingga sangat kompak satu sama lain.

ini merupakan tahun ketiganya di SMA, yang katanya merupakan masa-masa paling indah.. tapi semua kata indah itu berubah, karena dia dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia dan teman-temannya akan segera menghadapi UN yang katanya 20 paket soal ber-BARCODE!!!!

Hari-hari berjalan seperti biasa di smester pertama. tapi semuanya seperti berlalu cepat.. sangat cepat hingga akhirnya smester 2 dan beraneka ragam ujian-ujian di depan ata sudah hampir sampai..

satu sama lain murid di kelas itu saling menyemangati, saling membantu satu sama lain saat ada pelajaran yang kurang dimengerti. walaupun masih ditemani sedikit candaan dan kegilaan-kegilaan lainnya dari mereka yang sangat manis.

hari-hari sebelum UN sekolah perempuan itu beredar berbagai macam isu yang buruk sampai pada yang paling buruk!!! hingga kelas perempuan itu juga lumayan heboh. tapi apa boleh buat UN tidak bisa dielak dan akhirnya tiba..............


tapi lucunya hari-hari UN mereka jalani dengan strategi hasil rapat antara teman-teman sekelas, yang tidak bisa diceritakan disini... (SKIP)

UN pun berlalu, foto booklet yang sempat jadi kontroversi antar kelas maupun intra kelas pun berlalu, tapi tidak dengan kegiatan saling menyemangati satu sama lain…
Pengumuman Penerimaan mahasiswa jalur undangan pun tiba, beberapa murid di kelas perempuan itu ada yang lolos dan ada yang tidak.. yang tidak lolos semakin gencar les untuk menghadapi ujian tulis masuk PTN..

Termasuk si perempuan yg tadi, dia mengikuti pelajaran tapi tidak terlalu fokus, hasil Try Out nya tiap bulan pun lumayan dan selalu lolos universitas pilihan pertama atau keduanya.. Karena dia kurang tekad dan kurang mendalami setiap pelajaran yang dihadapkan, walaupun dia mengikuti bimbel akhirnya ujian itu tiba, hari pertama ujiannya lancar, tiba-tiba hari kedua dia kelabakan sendiri, karena tidak bisa mengisi satupun soal kimia karena BLANK‼‼!
Akhirnya perempuan itu akhirnya pasrah, tidak masuk universitaspun tidak apa-apa, karena keluarganya menyuruhnya untuk masuk pendidikan lain, bukan perguruan tinggi..
Pengumuman pun tiba, ternyata memang perempuan itu belum berhasil, teman-temannya ada yang berhasil ada yang tidak, ada yang keterima di politeknik, ada yang mencoba USM PTN, ada yang masuk swasta, ada yang mencoba tahun depan, ada yang mendapat kerja, dll.
Sedangkan perempuan itu bingung, dia tidak mencoba satupun perguruan swasta, pernah suatu saat dia hampir mau mencoba mendaftar ke perguruan tinggi swasta jurusan pertambangan dan mineral. Tapi akhirnya dia urungkan karena tidak enak ke orangtuanya sudah 2 bulan menganggur dan tidak ada hasil yang terjadi dan terus menghabiskan uang orangtua untuk keluar bersama teman-temannya.

Walaupun akhirnya dia mendaftar PTK. Karena waktu itu ada sebuah perguruan tinggi kedinasan yang pada saat itu adalah hari terakhir membeli formulir dan mendaftar online.
Sebenarnya sudah lebih satu minggu lalu dia disarankan temannya untuk daftar, tapi karena dia takut sia-sia tidak di terima dan PTK tersebut sangat banyak peminatnya dia takut mendaftar pun akan sia-sia.. Dia mendaftar hampir pada saat pendaftaran ditutup, dia segera menelepon saudaranya untuk mengantarnya ke bank. Dan untungnya bank belum tutup

SKIP SKIP SKIP
Perempuan itu kini sudah 17 tahun!!
Akhirnya dia keterima di PTK tersebut, dan tidak jadi mengikuti pendidikan yang disarankan oleh seluruh keluarganya…

Dia  mengikuti ospek, berkenalan dengan teman-teman dari seluruh Indonesia,  menetap disana, dan mencari teman baru..
Hingga akhirnya dia sadar, dia merindukan teman-temannya di tempat asalnya. Terlalu banyak kenangan dan kehangatan yang tertinggal dan tidak bisa dibawa olehnya ke tempatnya sekarang.

Perempuan itu merasa kesulitan yang amat sangat untuk mendapatkan teman yang cocok, semuanya terasa agak egois dan kadang susah diajak berbagi seperti temannya dulu..
Perempuan itu akhirnya mengeluh dan terus mengeluh. Mulai dari pelajaran hingga semua hal dari hal kecil sampai hal terbesar..

Padahal intinya ada pada diri dia sendiri. Dia yang pemikirannya kekanak-kanakan, dia yang terlalu egois padahal temannya ada keperluan lain, atau bahkan dia yang tidak mau membuka diri terlalu banyak seperti saat dia membuka diri dengan temannya yang dulu…

Tapi satu yang pasti Perempuan egois itu benar-benar merindukan teman-temannya! Sungguh!