Rabu, 19 November 2014

Rindu Bercengkerama

Malam ini, air itu jatuh kembali.. dengan volume dan kecepatan yang lebih besar dari kemarin.
bunyi yang dihasilkan pun lebih dari biasanya, mungkin mereka kesakitan malam ini, dibiarkan jatuh dengan keras, seakan dicampakkan dari atas sana.

Aku diam di dalam, bersembunyi, tidak datang menyambut mereka.
Rasa enggan untuk melihat mereka turun tiba-tiba menyeruak. sejujurnya ini karena segerombolan petir yang ikut-ikutan datang mengawal kedatangan mereka. padahal aku memendam rindu yang sungguh pada mereka.

Dibalik pintu yang tertutup ini aku diam.
Eh, tidak! sebenarnya otakku terus bekerja. memikirkan hal yang selalu terfikirkan. mungkin semua tidak tau.. Bahkan kalianpun kawan, yang kutunggu sejak september....  pasti tidak mengetahui.

Itu semua karena kalian terlalu lama datang, sehingga aku semakin biasa menyimpan semuanya sendiri.
 


Mmmm... baik, aku beri kesempatan.. apakah kalian mau mendengar isi fikiranku sekarang?
Kalau begitu, datanglah kalian besok lagi. jangan cepat-cepat dan terburu-buru, biar aku bisa melepas rindu bersama kalian dengan waktu yang lebih. kalian bersabarlah untuk mendengar ceritaku, teman..

Tapi berjanjilah, kau mau menyemangatiku untuk hal yang satu ini.
Sekali lagi aku minta, jangan datang terburu-buru, aku tidak tega melihat kalian kesakitan karena turun dengan bergerombol seperti tadi... Oh ya! satu lagi, besok jangan ajak petir ya.. Kali ini saja, tolong jangan! bahkan bila petir memaksa, ku mohon jangan.

Aku mau menghabiskan waktu dengan kalian.
Aku rindu aku yang menghabiskan waktuku bersama kalian setelah menunggu kalian tiba di bulan-bulan berakhiran -BER.

Aku rindu waktu kita.


Untuk hujan tercinta,
Salam rinduku.